Seorang biarawati sederhana memutuskan keluar dari biara untuk melayani kaum miskin di Kalkuta. Berikut ini biografi Ibu Teresa dari Kalkuta.

Sumber: Google Image

MASA KANAK-KANAK

Agnes Gonxha Bojaxhiu lahir di Skopje, 26 Agustus 1910. Agnes merupakan anak bungsu dari pasangan Nikola Bojaxhiu dan Dranafile. Ayahnya seorang tokoh dan pernah menjabat sebagai anggota dewan kota Skopje. Ia aktif memperjuangkan kemerdekaan Makedonia Ibunya harus merawat ketiga anaknya sendirian setelah suaminya meninggal karena diracun oleh kaum oposisi.

PANGGILAN

Agnes tertarik menjadi seorang biarawati sejak ia aktif di koor anak-anak. Memasuki usia remaja, ia seakan menerima panggilan dari Bunda Maria saat berdoa di Gua Maria. Keinginannya itu ia sampaikan kepada sang Ibu. Awalnya sang ibu tidak setuju karena tidak siap berpisah dengan sang anak. Sang ibu membawa keresahannya dalam doa dan memantapkan hatinya untuk mengizinkan anaknya masuk biara.

Agnes menjalani masa persiapannya selama 6 bulan di Biara Loreto di Irlandia. Ia kemudian melanjutkan Pendidikan Biara Darjeeling, India. Ia memilih nama biara “Teresa” dan semenjak itu ia dipanggil Suster Teresa. Setelah 2 tahun Pendidikan, ia diutus untuk tinggal di biara Loreto, Entali, Kolkata. Di sana ia melayani di panti asuhan dan mengurus sekolah. Ia tersentuh melihat betapa menyedihkannya nasib orang-orang gelandangan di jalanan Kolkata. Ia menyampaikan niatannya untuk hidup di luar biara tetapi ditolak oleh suster kepala karena melanggar aturan biara.

September 1946, dalam perjalanan kembali ke Darjeeling, Suster Teresa mendapat ‘panggilan keduanya’. Ia mendengar suara Yesus sendiri berbunyi: “Hiduplah untuk orang yang teriskin di antara orang miskin”. Lewat perantaraan pater Van Exem, ia menceritakan pengalaman panggilan kedua itu. Pater Exem meminta persetujuan dari Uskup Agung Perrier agar Suster Teresa diperkenankan hidup di luar biara, menolong orang-orang miskin di Kolkata. Surat resmi dari Vatikan pun turun dan isinya mengizinkannya. Dengan memakai pakaian kain sari putih bergaris biru, Agustus 1948, Suster Teresa mantap meninggalkan Biara Loreto.

KARYA DI KOLKATA

Setelah memperoleh Pendidikan medis, ia memulai karyanya di Motijheel, Kolkata dengan mendirikan sekolahan dan klinik gratis. Bantuan datang dari mana saja, bahkan dua orang muridnya merelakan diri mengikuti jejak Suster Teresa, kemudian berkembang menjadi 10 orang. Uskup Agung Perrier pun mengusulkan pendirian ordo resmi untuknya. 7 Oktober 1950, Vatikan mengizinkan pendirian Misionaris Cinta Kasih. Sejak itu Suster Teresa dipanggil Ibu Teresa.

Pada 1952, Ibu Teresa mendirikan Nirmal Hriday sebagai tempat merawat orang sakit. Seorang dermawan menjual murah sebuah Gedung kepada Ibu Teresa yang kemudian berubah nama menjadi Mother House. Bagi anak-anak jalanan, ia mendirikan Nirmala Shisu Bhavan. Ia juga merawat orang-orang kusta. Sejumlah penghargaan kemanusiaan ia raih seperti Magsaysay Award dan Nobel Perdamaian. Semua uang yang didapat, disumbangkan bagi misi di Kolkata. Ia berperan aktif dalam perdamaian, khususnya di Etiophia dan Korea Selatan. Mata dunia tertuju pada sosok biarawati sederhana ini. Ada yang mengkritik bahwa kemiskinan tidak bias ditangani sendirian, dalam hal ini para misionaris Cinta Kasih, melainkan juga melibatkan pemerintah. Ibu Teresa menjawab bahwa ia hanya ingin tinggal bersama-sama mereka. Pada 5 September 1997, Ibu Teresa meninggal dunia tetapi karya dan cita-citanya tetap dikenang dan berlanjut sampai sekarang.(CEL)

“LAKUKANLAH HAL-HAL KECIL DENGAN CINTA YANG BESAR”

IBU TERESA

 

 

Ingin tahu lebih jauh tentang biografi Ibu Teresa dari Kalkuta?

ibu teresa

WHY? People: Bunda Teresa 

Sebarkan Kebaikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *