Berikut ini adalah Resensi Buku Jalan Menuju MimpiBuku ini sangat menarik untuk di resensi dan dibaca oleh semua orang. Saya sangat menyarankan anda untuk membaca buku ini. Mari kita telisik langsung mengenai resensi buku Jalan Menuju Mimpi.

“Roma, bila akhirnya, Senin, 17 Juli 2000, aku sampai di sini, kuyakin ini  jalan terbaik yang engkau sediakan untukku dan…yang dengan sepenuh hati mau kuhidupi, kuhayati, dan kucintai.”

jalan menuju mimpi

JUDUL : Jalan Menuju Mimpi
Penulis : Y.B. Prasetyantha, MSF
Penerbit : Kanisius
Isi : 163 halaman
ISBN : 978-979-21-4184-9

Rm. Y.B. Prasetyantha, MSF mendapat tugas perutusan untuk melanjutkan studi sekaligus berkarya di Roma. Imam yang ditahbiskan tahun 1999 ini berkesempatan mengunjungi sejumlah tempat di Italia, Swiss, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat.

PERJUMPAAN DI BERBAGAI TEMPAT

  • SAN GIACOMO

Perjalanannya dimulai dari sebuah paroki kecil di Keuskupan Teramo, Italia Tengah, yang bernama San Giacomo. Ia membantu melayani misa natal. Dalam perjalanannya kembali ke Roma, mobil yang membawanya menghantam pagar pembatas jurang. Untungnya, ia baik-baik saja.

  • BIRMINGHAM

Tempat berikutnya adalah Birmingham, Inggris. Di sana ia melatih kemampuan berbahasa-Inggrisnya. Ia menjalani kursus Bahasa Inggris di Brasshaus Languange Center. Ia berdinamika selama beberapa bulan dengan orang dari berbagai belahan dunia.

  • SAN ANTONIO

San Antonio, Amerika menjadi tempat persinggahan berikutnya. Ia tinggal di Provinsialat(tempat tinggal pater provinsial)MSF Amerika Utara. Father Yohanes, begitu ia akrab dipanggil, harus beradaptasi dan berkenalan dengan budaya di Amerika seperti halnya makanan, bahasa, dan cuaca yang baru baginya. Renungan dari Father Joe, rekannya, dalam sebuah misa peringatan martir Maximilian Maria Kolbe, seakan membekas di benaknya. Setiap hari kita dihadapkan pada dua pilihan: memilih untuk bahagia atau memilih untuk kesal dan marah ketika terjadi suatu peristiwa.

  • RORSCHACH

Betapa miskinnya perbendaharaan bahasanya untuk mengungkapkan keindahan alam Kota Venezia. Dari sana ia bergegas menemui Tante Klara, teman akrab ayahnya yang tinggal di Rorschach.  Sungguh suatu perjumpaan yang membuatnya semakin rindu dengan Tanah Air.

  • VATIKAN

Tibalah Rm. Yohanes di Vatikan. Ia merayakan pekan suci bersama Bapa Suci, Paus Yohanes Paulus II di  Basilika St. Petrus. Ia mendapat kesempatan untuk membagikan komuni pada misa Kamis Putih sampai misa Minggu Paskah. Di sela-sela persiapan pekan suci, ia harus pandai-pandai mengatur waktu  untuk Tesina, pacarnya. Ia rela menolak ajakan untuk bepergian demi tesina-nya. Jangan kaget dulu. Tesina dalam bahasa Italia berarti Tesis. Setelah libur paskah selesai, tesis doktoralnya pun harus selesai juga.

  • MAINZ

Kekeluargaan tidak dibatasi oleh perbedaan bahasa. Rasa kekeluargaan yang kental ia temui di Berthier-Haus, provinsialat MSF Jerman di Mainz. Kerja berarti manusia menjalankan tugasnya sebagai rekan-sekerja Allah yang tak jarang menuntut keringat dan pengorbanan. Begitupun perjuangannya yang ia lakukan untuk belajar bahasa Jerman.

  • CORTILE

Romo Yohanes menjalankan asistensi di Gereja Santo Martinus Secchia, Cortile. Ia membantu Don Benito, pastor paroki Cortile. Don Benito sudah menjadi romo paroki salama 40 tahun dan mengurusi paroki ini sendirian. Panggilan menjadi seorang imam di italia sangat sedikit bahkan tidak ada yang akan menggantikan Don benito sebagai pastor paroki Cortile. Romo Yohanes belajar bahwa imamat bukanlah alasan untuk menjauhkan diri dari umat, melainkan melibatkan diri secara total. Caranya yaitu dengan mencintai-Nya tanpa syarat lewat sesama.

KELEBIHAN

Buku ‘Jalan Menuju Mimpi’ termasuk ringan dibaca karena berisi pengalaman konkret dan perjumpaan personalnya. Pembaca diantarkan masuk ke dalam pengalaman konkret Rm. Yohanes dengan adanya prolog di awal dan epilog di akhir. Penulis membagi ceritanya menjadi 7 bab sesuai tempat yang berbeda. Oleh sebab itu, sering ditemukan penggunaan bahasa asing. Pembaca tidak perlu khawatir karena penulis selalu menyisipkan terjemahannya. Deskripsi buku di sampul belakang buku membuat pembaca bertanya-tanya tentang hubungan Romo dengan pacarnya, Tesina. Permainan diksinya membuat pembaca semakin bertanya-tanya. Pengalaman Rm. Yohanes dapat memperkaya pembaca dengan tempat-tempat ziarah rohani di berbagai negara. Kata-kata yang dipakai mudah dimengerti. Tipografi tidak ditemukan dalam penulisan buku ini.

KEKURANGAN

Rm. Yohanes mengajak pembaca untuk mencari makna dari suatu pengalaman. Makna tersirat itu agaknya sulit ditemukan bila pembaca tidak memperhatikan urutan peristiwanya. Hal ini membuat pembaca menjadi bosan dengan ceritanya yang terkesan datar. Memang dituntut kesabaran untuk menemukan peristiwa-peristiwa yang betul-betul mengesan. Penggunaan nama daerah juga kadang membingungkan karena satu bab terdiri dari beberapa daerah.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, buku “Jalan Menuju Mimpi” sangat cocok bagi kalangan remaja sampai orang dewasa, khususnya bagi remaja laki-laki yang hendak mengetahui kehidupan sebagai seorang imam di luar negeri. Harapannya benih-benih panggilan menjadi imam semakin tumbuh subur.(CEL)

Sebarkan Kebaikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *