natalan bersamaSabtu(29/12), Paguyuban Imam Biarawan Biarawati & Forum Panggilan Dekenat Bekasi menyelenggarakan Perayaan Natal bersama di Paroki Harapan Indah Gereja Santo Albertus Agung. Acara natalan tahunan ini diawali dengan misa pembukaan yang dibawakan secara konselebrasi dengan konselebran utama Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta.

“Berhikmat berarti hidup sebagaimana Yesus hidup, baik dan saleh,” ujar Mgr. Haryo dalam homilinya. Perayaan Natal mengangkat tema natal KWI dan PGI yaitu “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita”. Tema yang diambil dari 1 Kor 1:30 ini dicetuskan oleh Mgr. Haryo sendiri sebagai Ketua KWI. .  Tema ini adalah persiapan bagi umat Jakarta menyambut tahun hikmat 2019. Tahun depan, Keuskupan Agung Jakarta akan berfokus pada sila ke-4 Pancasila yang mana di dalamnya terdapat kata “hikmat”. Maka, dicarilah ayat yang sesuai dengan hikmat pada sila ke-4 itu. “Saya berhikmat maka saya ada,” ungkap Mgr. Haryo.

koor para susterSecara umum, acara ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu misa perayaan natal dan acara ramah tamah. Setelah misa selesai, para tamu undangan diarahkan menuju lantai 4 gedung karya pastoral untuk melanjutkan rangkaian acara selanjutnya. Dalam acara ramah tamah ini disuguhkan beberapa tampilan dari anak-anak panti asuhan, OMK Paroki Harapan Indah, dan koor para suster dari berbagai kongregasi. Para seminaris Wacana Bhakti turut mengisi tampilan dengan menyanyikan lagu “Doa Seminaris”.

Total peserta yang hadir tahun ini membeludak dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pendataan panitia, sekitar 560 orang hadir. Selain dihadiri para seminaris beserta keluarga terpanggil, biarawan, biarawati, dan Romo Paroki di Dekenat Bekasi, acara ini juga turut mengundang tamu kehormatan dari pemerintahan Kota Bekasi. Mereka adalah para lurah, camat, pimpinan  TNI-POLRI, pengurus FKUB Kota Bekasi, dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto.

natalanDalam sambutannya, RD. Yustinus Kesaryanto, pastor Paroki Harapan Indah, menyampaikan perihal pencapaian Kota Bekasi yang pada tahun 2018 ini menempati posisi ke-6 sebagai kota paling toleran di Indonesia. Pancapaian ini menjadi suatu bukti bahwa rahmat persatuan tumbuh pula di Bekasi. Hal ini juga sejalan dengan visi misi pembangunan berkelanjutan di Kota Bekasi yang diamini sendiri oleh Bpk. Tri Adhianto selaku Wakil Walikota Bekasi. “Pemerintahan berupaya membangun peradaban yang berbudaya dan meningkatkan toleransi beragama,” ungkap Bpk. Tri.

Di sisi lain, Kota Bekasi menempati peringkat ke-3 sebagai kota dengan pengguna Facebook terbanyak.  “Dari total 2,7 juta penduduk Bekasi, jumlah HP yang beredar mencapai lebih dari enam juta,” ungkap Bpk. Tri. Hal ini menandakan masyarakat yang sudah beralih menuju masyarakat 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi. Di tengah digitalisasi dan zaman pasca kebenaran, kemungkinan terjadinya perpecahan sangat besar. Salah satu hikmat paling mendasar yaitu persatuan. “ Mari bersama-sama membangun persatuan dalam rangka tahun berhikmat,” ujar Mgr. Haryo dalam sambutannya. Nasionalisme juga menjadi sebuah hikmat yang perlu dibangun dalam berkontribusi menjaga kestabilan sosial bangsa.

Sebarkan Kebaikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *