Berikut ini puisi toleransi beragama yang berjudul “Gaun Warna-warni”

 

Kemarau berlalu,

tibalah musim hujan berpelu.

Deras tak terkira

berbuah banjir dimana-mana.

 

Butiran deras air mereda.

Sinar bias matahari menerpa.

Kulihatnya laksana gadis molek

berhiaskan gaun warna-warni.

Berpadu menjadi satu

menghias langit dengan warnanya.

Sayang ia berlalu begitu cepatnya.

 

Lama sudah tak kulihat,

gadis molek bergaun warna-warni

yang menari-nari

di dekapan Ibu Pertiwi

Apa kabar tanah airku ini?

 

Kulihat hujan tak kunjung reda.

Gadis molek rupanya

tak mau menampakkan wajahnya

membuatku resah.

Kemanakah lantas ia?

 

Wahai gadis molek

kamanakah gaun indahmu?

Apakah robek,

tersobek warna yang saling memisah?

 

Betapa pedih hatiku

menyaksikan tanah airku

tak bisa bersatu.

 

O hujan redalah,

perpecahan datang akibatmu.

Turunkan emosimu,

rendahkan hatimu.

 

Cukup sudah…

melukai negriku dengan ideologimu.

 

Kurindu senyum gadis itu,

manis memikat hati.

Bukti perbedaan yang bersatu

berpadu dengan serasi.

 

Sadarlah,

warna-warnimu merajut gaun indahnya.

Satu yang ia pinta

maukah kalian bersatu

wahai warna-warnaku,

merawat perbedaan ini

untukku Ibu Pertiwi.

Sebarkan Kebaikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *